Penjahat Di Facebook
February 16, 2010 | In: Uncategorized
Belakangan ini kita disuguhi beberapa berita yang mencengangkan terkait teknologi dan anak-anak. Simak saja bagaimana Facebook yang sudah digilai masyarakat, tak peduli dari tua-muda, kota-desa, miskin-kaya, tiba-tiba saja disuguhi berita miris, beberapa gadis yang terbilang masih ABG dilarikan pria tak dikenal yang disinyalir adalah teman Facebook-nya. Mirisnya lagi beberapa diantaranya mengalami tindak pencabulan.
Saya sebenarnya termasuk cukup senang dengan maraknya Facebook di masyarakat, meski saya pribadi tak begitu minat dengan layanan satu ini. Bagi saya sisi positif FB adalah literasi internet di masyarakat menaik drastis. Bukan tidak mungkin FB menjadi gerbang bagi masyarakat untuk melek internet secara lebih jauh. FB bisa dimanfaatkan menjadi batu loncatan untuk masuk lebih dalam untuk mengenal apa itu Google, Blog, menjadi tahu apa itu e-book, e-learning dan segala hal yang jauh lebih positif dan tentu lebih menarik dari FB. Namun, pemberitaan terakhir tentang insiden penculikan ABG gara-gara FB ini tak urung membuat saya cukup prihatin.
Sebagai pengguna internet, saya sangat sadar dengan masalah privacy yang seharusnya tak diumbar di dunia maya. Hampir dalam setiap sesi untuk mengenalkan internet, baik diklat atau yang lain, saya menekankan perlunya kehati-hatian memberikan data pribadi. Kita tak bisa mengontrol siapa yang membaca apa yang kita tulis itu, bisa jadi orang awam saja atau penjahat. Bayangkan jika ada seorang pengguna FB menulis lengkap alamat, telpon, berapa dia punya mobil, menapmilkan foto lengkap, menampilkan lokasi di Google Maps, suatu ketika menulis status bahwa “bosen, sedang sendirian di rumah, pada pergi keluar kota…” Kalau yang membaca orang umum mungkin gak masalah, tapi bagaimana jika yang membaca adalah penjahat atau perampok yang telah memanfaatkan FB untuk mencari mangsa??!!
Bayangkan pula apa yang bakal terjadi jika Babe, Robot Gedek, atau penjahat-penjahat seksual sadis lain memiliki akun FB, memasang foto avatarnya dengan tampilan artis ganteng, mencari mangsa gadis-gadis ABG dengan rayuan mautnya. ABG, dengan usia yang masih rentan tentu tak seperti orang dewasa yang mampu memilah-memilih teman, mampu memfilter informasi. Di negara dengan internet maju masalah privacy menjadi concern utama. Penjahat beginian atau istilahnya predator online di negri sana sudah cukup merisaukan. Di Indonesia sendiri saya kira masih terbilang sedikit adanya penjahat yang memanfaatkan internet untuk mencari mangsa. Namun saya duga nantinya akan mulai banyak. Dalam kondisi seperti ini, perlu adanya pengertian dan pemahaman lebih dini tentang kehati-hatian dalam memilih informasi di internet, mempublikasi informasi pribadi yang sensitif, dan jangan pernah mau menemui teman online secara langsung jika memang tidak benar-benar telah mengenal atau memang benar-benar perlu.
Facebook dan internet adalah sesuatu yang tak mungkin dihindari, cuma bagaimana kita siap dan menyiapkan diri dan generasi kita menghadapi dan memanfaatkan secara positif teknologi ini. Satu hal penting lagi adalah kita harus menjaga kehidupan spiritual kita, juga menciptakan keluarga atau pertemanan (offline) sehari-hari yang hangat dan komunikatif. Ini akan menjadi benteng paling efektif terhadap segala hal buruk di sekitar kita..
Update:






