Hikmah Dari “Diumbarnya Data Siswa” Oleh DEPDIKNAS
October 14, 2008 | In: Uncategorized
Masalah data memang menjadi permasalahan serius di negri kita ini. Tidak ada data resmi yang dapat menjadi acuan yang valid, pun untuk data pendidikan. Beberapa kali saya membuat tulisan tentang pendidikan dan selalu terbentur kesulitan ketika mencari data pendidikan di Indonesia.
DAPODIK (data pokok pendidikan) merupakan sebuah upaya merintis pendataan di dunia pendidikan yang dirintis oleh Pak Gatot HP semasa di Dikmenjur/BPKLN Depdiknas. Upaya pendataan yang tidak mudah mengingat luasnya wilayah Indonesia dan terlanjur carut marutnya data pendidikan kita. DAPODIK berisi data sekolah, siswa dan tenaga pendidik yang dikelola secara integratif. Saat ini konon sudah jutaan data terkumpul di server DEPDIKNAS. Ketika membuka situs DAPODIK ini sempat terpikir juga mengenai data-data detil dari siswa maupun guru yang dapat diakses secara bebas. Namun, waktu itu saya mendengar sendiri dari pak Gatot bahwa data detil hanya akan di-online kan dalam waktu sementara saja dan nantinya hanya akan dapat diakses secara terbatas. Namun entah ada keteledoran atau karena masalah birokrasi data-data sensitif ini ‘terselip’ dan masih bisa diakses secara bebas (apalagi ketika Pak Gatot tak lagi di BPKLN sehingga sangat mungkin penerusnya menjadi ‘tidak nyambung’ dengan visi beliau).
Saya tidak menyalahkan penggagas program ini, sejujurnya saya justru sangat salut dengan upaya serius membuat single identitiy untuk data pendidikan Indonesia mengingat parahnya data yang menyebabkan tidak maksimalnya program-program pendidikan, rawan terhadap penyimpangan akibat data yang mudah dimanipulasi. Upaya ini juga saya acungi jempol terutama karena mampu menggandeng instansi-instansi di daerah dari Sabang-Merauke sehingga pendataan konon telah mencapai lebih dari 75%.
Masalah ‘terselipnya’ data ini di internet dan apalagi terlanjur sudah diindeks oleh Google memang menjadi masalah yang tidak sepele. Bukan tidak mungkin data pribadi jutaan orang ini menjadi incaran para kriminal sebagai panduan mereka melakukan kejahatan. Keteledoran pengelola teknis ini harus menjadi pelajaran besar bagi DEPDIKNAS apalagi ketika mimpi besar single identity sebagai bagian dari upaya transparansi publik justru menjadi bumerang. Ini pelajaran serius bagi penggiat IT Depdiknas dan masyarakat umum mengenai awareness tentang privacy di dunia maya.
Saya sebenarnya banyak berharap dengan adanya teknologi informasi ini akan menjadi media baru yang ampuh dalam pendidikan bangsa ini, namun saya juga berharap bagi kawan-kawan penggiat IT di Depdiknas untuk lebih serius mengupayakan ini, bukan hanya berorientasi kepada ‘proyek’ tapi benar-benar sebuah perjuangan dalam mencerdaskan bangsa ini. Pendataan, proyek-proyek infrastruktur internet dll-nya masih hanya sebagian kecil dari upaya pencerdasan ini, kita belum banyak mengembangkan pendidikan berbasis IT yang sesungguhnya. Jangan sampai anggaran pendidikan 20% APBN (Tahun 2009 = Rp 224 triliun) hanya dihambur-hamburkan untuk proyek yang tak ber-visi dan tidak jelas juntrungnya (Nauudzubillah).
Saya juga berharap masyarakat umum, utamanya masyarakat TI (termasuk para blogger) dapat memberikan kontribusi positif alam membangun dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik. Saya sendiri sebagai orang Depdiknas yang merasakan beratnya tantangan yang dihadapi baik eksternal maupun internal. Lagipula banyak SDM di Depdiknas sendiri yang memang memiliki kapabilitas yang sangat kurang jika dibanding daripada rekan-rekan di dunia profesional. Oleh karena itu mari kita bahu membahu untuk mewujudkan pendidikan Indonesia, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Mari ambil hikmah dari kasus ini. Bagaimanapun pihak Depdiknas sudah mulai mengupayakan pemanfaatan IT untuk pendidikan, mari sama sama kita terus perjuangkan, beri dukungan bila langkah yang diambil terbukti positif dan bermanfaat, kritisi jika ada salah atau ada yang perlu diperbaiki.







1 Response to Hikmah Dari “Diumbarnya Data Siswa” Oleh DEPDIKNAS
Hikmah Dari “Diumbarnya Data Siswa” Oleh DEPDIKNAS « Tamim’s
October 14th, 2008 at 6:23 am
[...] Selengkapnya [...]